KH. Abdul Karim

Gambar
  Assalamualaikum wr. wb.   Sahabat Makamnesia kali ini admin akan menyampaikan makam dari salah satu ulama yang sangat terkenal akan keshulukannya yaitu Kh. Abdul Karim untuk lebih jelasnya silahkan simak, KH. Abdul Karim atau lebih di kenal dengan panggilan Mbah Manab lahir kurang lebih sekitar tahun 1856, di Dukuh Banar, desa Diangan, Kawedanan Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah. Beliau merupakan putra ketiga dari pasangan Abdur Rahim dengan Salamah. beliau merupakan pendiri pondok pesantren Lirboyo. sedangkan makam beliau terletak  di belakang masjid Lawang Songo, pondok pesantren Lirboyo Kediri.    demikian info makam yang dapat admin sampaikan bila ada kurang lebihnya admin mohon maaf yang sebesar besarnya. 

Mbah Nur Wahid desa Tulungrejo


Tokoh Pembabat wilayah desa Tolongrejo Adalah Mbah Kyai Nur Wahid Salah satu auliyak dan pengikut Pangeran Diponegoro. Pada waktu diponegoro ditangkap belanda Para pengikutnya Sebagian melarikan diri ke Jawa timur dengan kesepakatan untuk mengetahui kerabat dihalaman menanam pohon Sawo dan salah satunya mbah Nurwahid. Dia menghimput didaerah bersama pengikutnya yang diberi nama Desa Tulungrejo. Dengan jasanya oleh masyarakat desa tulungrejo tiap tahun Hari Rabu Legi bulan Selo di peringati Dengan Nama Bersih Deso, 

bah Nur Wahid semasa hidupnya sesuai dengan hadits Nabi di atas. Beliau mendarmabahktikan hidupnya untuk kepentingan orang banyak. Beliau merupakan tokoh pembabat Desa Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri,yang sekarang terkenal dengan sebutan kampung Inggris . Atas Jasa beliau saat ini berbagai suku, ras dan agama dari berbagai profesi hidup berdampingan di Desa Tulungrejo.

Tidak hanya membantu orang dengan materi, Mbah Nur Wahid juga mengajarkan ilmu baca al-qur’an kepada masyarakat sekitar, sehingga banyak orang yang tadinya tidak mengenal Islam dan ajarannya, akhirnya masuk islam dan belajar al-qur’an pada Mbah Nur Wahid.

Dan yang terakhir Mbah Nur Wahid juga melahirkan anak cucu dan turunannya yang sholeh dan sholehah, sehingga senantiasa mendoakan beliau walaupun telah 148 tahun meninggalkan kita semua, bahkan putra tunggal beliau yang bernama Mbah Imam Puro merupakan Kepala Desa pertama di Desa Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri.

Untuk di ketahui, Mbah Nur Wahid bernama asli Raden Mas Ngabai Hadiningrat. Beliau merupakan keturunan Raja Sriwijaya dari Jawa Tengah. Beliau adalah salah satu panglima tinggi pasukan pangeran Diponegoro.

Setelah Pangeran Diponegoro di tangkap oleh pasukan belanda dan di tahan di Makassar,maka Mbah Nur Wahid dan tujuh teman bersama pasukannya bergeser ke daerah Jawa Timur untuk menghindari kejaran pasukan Belanda. Untuk menghilangkan jejak dari Pasukan Belanda, Mbah Nur Wahid beberapa kali berganti nama menjadi Raden Sangrip, Pranoto Gomo, Mas Julang,dan yang terakhir Nur Wahid yang artinya satu cahaya. 

Konon ketika Mbah Nur wahid  membabat alas desa Tulungrejo beliau bertapa untuk mendekatkan diri kepada yang maha pencipta di perut se ekor sapi ( Waallohu aklam Bisowab. 

 




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makam Syekh Ikhsan Jampes

Gus Maksum Kediri

MAKAM KH. CHAMIM TOHARI DJAZULI GUS MIEK