KH. Abdul Karim

Gambar
  Assalamualaikum wr. wb.   Sahabat Makamnesia kali ini admin akan menyampaikan makam dari salah satu ulama yang sangat terkenal akan keshulukannya yaitu Kh. Abdul Karim untuk lebih jelasnya silahkan simak, KH. Abdul Karim atau lebih di kenal dengan panggilan Mbah Manab lahir kurang lebih sekitar tahun 1856, di Dukuh Banar, desa Diangan, Kawedanan Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah. Beliau merupakan putra ketiga dari pasangan Abdur Rahim dengan Salamah. beliau merupakan pendiri pondok pesantren Lirboyo. sedangkan makam beliau terletak  di belakang masjid Lawang Songo, pondok pesantren Lirboyo Kediri.    demikian info makam yang dapat admin sampaikan bila ada kurang lebihnya admin mohon maaf yang sebesar besarnya. 

MAKAM KH. CHAMIM TOHARI DJAZULI GUS MIEK




KH. Hamim Tohari Djazuli atau lebih dikenal dengan panggilan Gus Miek, beliau lahir pada 17 Agustus 1940, dari pasangan KH. Jazuli Utsman (seorang ulama sufi dan ahli tarikat pendiri Pon-Pes Al Falah Mojo Kediri) dengan Nyai Rodhiyah. Pendiri Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri.

Gus Miek seorang hafizh (penghapal) Al-Quran. Karena, bagi Gus Miek, Al-Quran adalah tempat mengadukan segala permasalahan hidupnya yang tidak bisa dimengerti orang lain. Dengan mendengarkan dan membaca Al-Quran, beliaupun membentuk sema’an alquran dan jama’ah Dzikrul Ghofilin.

 Gus Miek menikah dengan Zaenab, putri KH. Muhammad Karangkates, yang masih berusia 9 tahun. Pernikahan ini berakhir dengan perceraian, ketika istrinya masih berusia sekitar 12 tahun. Pada masa ini Gus Miek sudah sering pergi untuk melakukan dakwah kulturalnya di berbagai daerah, tabarrukan ke berbagai guru sufi, dan mendapatkan ijazah wirid-wirid.

Pada tahun 1960 Gus Miek menikah dengan Lilik Suyati dari Setonogedong kota Kediri. Pernikahan ini atas saran dari KH. Dalhar dan disetujui KH. Mubasyir Mundzir, para guru Gus Miek. Gadis itulah yang menurut gurunya akan sanggup mendampingi hidupnya, dengan melihat tradisi dan kebiasaan Gus Miek untuk berdakwah keluar rumah.

Pada awalnya pernikahan Gus Miek dengan gadis Setonogedong ditentang KH. Djazuli Utsman dan Nyai Rodliyah. Setelah melalui proses yang panjang akhirnya pernikahan itu disetujui. Saat itu Gus Miek sudah berdakwah ke diskotek-diskotek, ke tempat perjudian, dan lain-lain.

Buah dari pernikahannya, mereka dikaruniai enam anak, empat putra dan dua putri yakni H Agus Tajjuddin Heru Cokro, H Agus Sabuth Pranoto Projo, Agus Tijani Robert Syaifunnawas, H Agus Orbar Sadewo Ahmad, Hj Tahta Alfina Pagelaran, dan Ning Riyadin Dannis Fatussunnah.

Gus Miek wafat pada pada tanggal 5 juni 1993. Beliau menghembuskan napasnya yang terakhir di rumah sakit Budi Mulya Surabaya (sekarang siloam).Gus Miek wafat pada 5 Juni 1993. Beliau dimakamkan di Pemakaman Auliyya' Tambak Kediri, diiringi ratusan ribu kaum muslimin. Di pemakaman ini pula KH. Anis Ibrahim dari Tulungagung dimakamkan di sebelah barat makam Gus Miek, dan juga KH. Achmad Shidiq dimakamkan di sebelah selatan makam Gus Miek. Di pemakaman ini pula terdapat tidak kurang dari 22 orang yang kebanyakan adalah guru dan juga murid Gus Miek.

Demikian yang dapat kami informasikan jika banyak kekurangannya kami memohon maaf, yang sebanyak banyaknya.

Waallohul muwafiq

 Summassalamualaikum wr.wb.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makam Syekh Ikhsan Jampes

Gus Maksum Kediri